Nama : Intan Novitasari
Npm : 1C114803
Kelas : 4KA32
COBIT
Pengertian
COBIT
COBIT (Control Objectives for
Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan
dasar pengendalian yang dibuat oleh
Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT
Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
COBIT Framework adalah standar
kontrol yang umum terhadap teknologi informasi, dengan memberikan kerangka
kerja dan kontrol terhadap teknologi informasi yang dapat diterima dan
diterapkan secara internasional.
COBIT bermanfaat bagi manajemen
untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam
sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi
sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan
pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga.
Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan
dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.
Pedoman
COBIT memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan pengelolah IT secara efektif dan pada dasarnya dapat
diterapkan di seluruh organisasi. Khususnya, komponen manajemen COBIT yang
berisi sebuah respon kerangka kerja untuk kebutuhan manajemen bagi pengukuran
dan pengendalian IT
dengan menyediakan alat-alat untuk menilai dan mengukur kemampuan IT perusahaan untuk 34 proses IT.
Sejarah
COBIT
COBIT pertama kali diterbitkan pada
tahun 1996, kemudian edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada
tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Kemudian COBIT 4.1
dirilis pada tahun 2007 dan saat ini COBIT yang terakhir dirilis adalah COBIT
5.0 yang dirilis pada tahun 2012.
COBIT merupakan kombinasi dari prinsip-prinsip yang telah ditanamkan yang dilengkapi dengan balance scorecard dan dapat digunakan sebagai acuan model (seperti COSO) dan disejajarkan dengan standar industri, seperti ITIL, CMM, BS779, ISO 9000.
Kerangka Kerja COBIT
COBIT
menyediakan referensi best business
practices yang mencakup keseluruhan proses bisnis perusahaan dan
memaparkannya dalam struktur aktivitas-aktivitas logis yang dapat dikelola serta
dikendalikan secara efektif.
Secara
keseluruhan konsep framework COBIT dapat dilihat dari 3 sudut pandang, yaitu:
- Kriteria informas
- Sumber daya TI
- Proses TI.
Ketiga
sudut pandang ini dapat terlihat dalam bentuk kubus COBIT dibawah ini
Kriteria
Informasi berdasarkan COBIT
Untuk memenuhi tujuan bisnis,
informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang
menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
- Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
- Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
- Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
- Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.
- Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
- Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
- Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.
Sumber
Daya TI
Sumber daya TI ialah sumber daya
yang berkaitan dengan teknologi informasi. Adapaun sumber daya yang terdapat
dalam COBIT meliputi :
- Organizations - People
- Application Sistems
- Technologies
- Facilities
- Data
Komponen
Control Objective
Berdasarkan IT Governance Institute
(2012), Framework COBIT disusun dengan karakteristik yang berfokus pada bisnis
(bussiness focused). Pada edisi keempatnya ini, COBIT Framework terdiri dari 34
high level control objectives dan kemudian mengelompokan proses tersebut
menjadi 4 domain, keempat domain tersebut antara lain: Plannig and
Organization, Acquisition and Implementation, Delivery and Support, dan
Monitoring and Evaluation :
1. Planing
and Organization (Perencanaan dan Organisasi)
Merupakan
domain yang menitikberatkan kepada proses perencanaan penerapan TI dan
keselarasannya dengan tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan secara umum.
Domain ini meliputi taktik dan strategi serta menyangkut proses identifikasi
cara terbaik TI untuk memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pencapaian
tujuan bisnis perusahaan. Realisasi dari strategi perlu direncanakan,
dikomunikasikan dan dikelola dengan berbagai sudut pandang yang berbeda.
Implementasi strategi harus disertai dengan infrastruktur yang memadai dan
dapat mendukung kegiatan bisnis perusahaan. Pada dasarnya domain ini
bertugas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :
- Apakah teknologi informasi dan strategi bisnis sesuai?
- Apakah perusahaan mencapai penggunaan yang optimal dari seluruh sumberdayanya?
- Apakah setiap orang dalam organisasi memahami tujuan teknologi informasi?
- Apakah resiko teknologi informasi telah dipahami dan dikelola?
- Apakah kualtias sistem teknologi informasi sesuai dengan kebutuhan bisnis?
Secara lebih detil proses-proses TI
dalam domain ini adalah sebagai berikut :
1. PO1
– Define a strategic IT Plan. Tujuan dari proses ini adalah untuk
menentukan rencana strategis TI yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis.
Menyeimbangkan antara peluang teknologi TI dengan kebutuhan bisnis organisasi
sehingga tujuan bisnis dapat tercapai.
2. PO2
– Define the information architecture. Tujuan dari proses ini adalah
menentukan arsitektur informasi yang memenhi kebutuhan bisnis dalam melakukan
optimasi sistem informasi organisasi.
3. PO3
– Determine the technological direction. Tujuan dari proses ini adalah
menentukan sasaran teknologi yang memenuhi kebutuhan bisnis untuk memanfaatkan
keunggulan teknologi yang tersedia dan berkembang agar dapat mendukung
kebutuhan bisnis.
4. PO4
– Define the IT organization and relationships. Proses ini bertujuan
untuk menentukan organisasi TI dan hubungannya yang memenuhi kebutuhan bisnis
agar memberikan layanan TI yang tepat.
5. PO5
– Manage the investment. Tujuan dari proses ini adalah mengatur
investasi TI yang memenuhi kebutuhan bisnis untuk memastikan pembiayaan dan
untuk mengenalikan penyebaran sumberdaya keuangan.
6. PO6
– Communicate management aims and direction. Tujuan dari proses ini
adalah untuk mengkomunikasikan tujuan dan petunjuk managemen yang memenuhi kebutuhan
bisnis untuk menyakinkan kesadaran pengguna dan pemahaman tujuan-tujuan tsb.
7. PO7
– Manage human resources. Tujuan dari proses ini adalah mengelola
sumberdaya manausia yang memenuhi kebutuhan bisnis untuk memperoleh dan merawat
tenaga kerja yang termotivasi dan cakap dan memaskimalkan kontribusi personil
untuk proses TI.
8. PO8
– Ensure compliance with ecternal requirements. Tujuan dari proses ini
adalah untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan eksternal yang memenuhi
kebutuhan bisnis agar sesuai dengan peraturan dan kewajiban kontrak yang ada.
9. PO9
– Assess Risk. Tujuan dari proses ini adalah memperkirakan atau menilai
resiko untuk mendukung keputusan managemen dalam pencapaian tujuan TI dan
merespon ancaman dengan cara mereduksi kompleksitas, meningkatkan objektivitas,
dan identifikasi faktor-faktor keputusan yang penting.
10. PO10
– Manage projects. Tujuan dari proses ini adalah mengatur proyek yang
memenuhi kebutuhan bisnis untuk menetapkan prioritas dan untuk menyampaikannya
tepat waktu dan sesuai anggaran.
11. PO11
– Manage quality. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengatur kualitas
yang memenuhi kebutuhan bisnis untuk mempertemukan kebutuhan customer TI.
2. Acquire
and Implement (Pengadaan dan Implementasi)
Untuk merealisasikan strategi TI, perlu dilakukan
pengidentifikasian, pengembangan dan perolehan solusi TI, sesuai dengan yang
akan diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis.
Domain
ini juga menitikberatkan
kepada strategi dan proses pemilihan teknologi yang akan digunakan dan proses
implementasinya. Untuk merealisasikan strategi TI yang telah ditetapkan harus
disertai solusi yang sesuai. Solusi TI kemudian ditiadakan dan
diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis perusahaan. Domain
ini menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
- Apakah proyek-proyek baru akan memberikan solusi untuk memenuhi kebutuhan bisnis?
- Apakah proyek baru kemungkinan besar akan diimlementasikan tepat waktu?
- Apakah sistem baru tersebut akan bekerja sesuai dengan anggaran?
- Apakah perubahan dilakukan tanpa mengganggu operasi bisnis saat ini?
Proses-proses TI pada domain
AI adalah :
1. AI1 – Identify automated solution. Proses
ini menitikberatkan pada kontrol terhadap pelaksanaan identifikasi
solusi-solusi TI terotomatisasi. Tujuan dari proses ini adalah menjamin
efektivitas dan efisiensi sesuai pendekatan dalam hal kepuasan terhadap
kebutuhan pengguna.
2. AI2 – Acquire and maintain application
software. Tujuan dari proses ini adalah untuk menyediakan fungsi-fungsi
yang telah terotomatisasi dan secara efektif mampu mendukung proses bisnis.
3. AI3 – Acquire and maintain technology
infrastructure. Tujuan dari proses ini adalah menyediakan berbagai platform
yang tepat untuk mendukung aplikasi bisnis.
4. AI4 – Develop and maintain procedure.
Merupakan proses rekayasa terhadap prosedur-prosedur pengelolaan TI yang ada
(meliputi : pengembangan, implementasi, dan perawatan terhadap
prosedur-prosedur tsb). Tujuan dari proses ini adalah untuk menjamin bahwa
penggunaan aplikasi-aplikasi dan solusi-solusi teknologi dalam Tata Kelola TI
mendapat peran yagn semestinya dan sesuai pada tempatnya.
5. AI5 – Install and accredit systems.
Tujuan dari proses inia dalah untuk melakukan verifikasi dan konfirmasi bahwa
solusi-solusi teknologi yang diberikan sesuai dengan tujuan yang diharapakan.
6. AI6 – Manage change. Tujuan dari proses ini
adlah meminimalisasi kemungkinan gangguan, kesalahan dan perubahan yang tidak
sah.
3. Delivery
and Support (Pengiriman Layanan dan Dukungan)
Domain ini fokus terhadap penyampaian jasa yang sesungguhnya
diperlukan, termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitasnya,
jasa dukungan kepada user dan manajemen data dan fasilitas operasi. Domain
ini juga menyangkut
permasalahan pemenuhan layanan TI, keamanan sistem, kesinambungan layanan,
pelatihan, dan pendidikan untuk pengguna, dan pengelolaan data yang sedang
berjalan. Biasanya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
- Apakah layanan TI yang disampaikan sejalan dengan prioritas bisnis?
- Apakah biaya-biaya TI dapat dioptimalisasikan?
- Apakah pekerja dapat menggunakan sistem secara produktif dan aman?
- Apakah sistem pengamanan informasi memiliki kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan yang baik?
Proses-proses TI yang ada di dalam
domain ini adalah :
1. DS1
– Define service levels. Tujuan dari proses ini adalah pemenuhan
terhadap pencapaian tujuan bisnis dan tingkat layanan yang dibutuhkan agar
tujuan tersebut dapat diraih.
2. DS2
– Manage third-party services. Tujuan dari proses ini adalah memastikan
bahwa peran dan tanggungjawab dari pihak ke-3 secara jelas terdefinisikan,
ditaati, dan secara berkesinambungan memenuhi kebutuhan yang dipersyaratkan.
3. DS3
– Manage performance and capacity. Tujuan dari proses ini adalah
memastikan kapasitas yang sepadan tersedia dan digunakan secara baik dan
optimal sehingga memenuhi kebutuhan kinerja yang telah ditentukan.
4. DS4
– Ensure continous service. Tujuan dari proses ini adalah menjamin bahwa
layanan TI tersedia saat dibutuhkan dan memastikan dampak minimum terhadap
bisnis saat terjadi kegagalan layanan.
5. DS5
– Ensure systems security. Tujuan dari proses ini adalah menjaga
informasi dari penggunaan dari pihak yang tidak memiliki kewenangan, dari
modifikasi, kerusakan, ataupun kehilangan.
6. DS6
– Identify and atribute costs. Tujuan dari proses ini adalah memastikan
adanya pemahaman dan kesadaran atas biaya yang ditimbulkan oleh layanan TI.
7. DS7
– Educate and train users. Tujuan dari proses ini adalah memastikan
bahwa users menggunakan teknologi secara efektif dan sadar terhadap
resiko yang terjadi dan bertanggungjawab.
8. DS8
– Assist and advice IT customer. Tujuan dari proses ini adalah
memastikan setiap problem yang dialami oleh user dapat diselesaikan.
9. DS9
– Manage the configuration. Tujuan dari proses ini adalah menginventaris
komponen TI, mencegah sistem dari perubahan yang terjadi tanpa otoritasi,
memverifikasi kondisi fisik, dan menyediakan informasi dasar bagi managemen
perubahan.
10. DS10
– Manage problem and incidents. Tujuan dari proses ini adalah memastikan
semua problem dan insiden dapat diselesaikan dan menyelidiki penyebabnya
sehingga mencegah terjadi kembali di masa yang akan datang.
11. DS11
– Manage data. Tujuan dari proses ini adalah memastikan semua data
lengkap, akurat, dan valid selama proses input, update, dan penyimpanan.
12. DS12
– Manage facilities. Tujuan dari proses ini adalah proteksi terhadap
aset komputer dan data bisnis serta meminimalisasi resiko gangguan bisnis.
13. DS13
– Manage operation. Tujuan dari proses ini adalah merawat integritas
data dan memastikan bahwa infrastruktur TI dapat bertahan dan memulihkan diri
dari errors dan kegagalan.
4. Monitoring and Evaluate (Pengawasan dan Evaluasi)
Domain ini
menitikberatkan pada proses pengawasan pengelolaan TI pada organisasi. Domain ini
juga berhubungan dengan
strategi perusahaan dalam mengacces kebutuhan perusahaan dan apakah sistem TI
yang ada saat ini masih memenuhi tujuan desainnya dan control yang dibutuhkan
terhadap kebutuhan relugasi. Seluruh kendali-kendali yang
diterapkan pada setiap proses TI harus diawasi dan dinilai kelayakannya secara
berkala. Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam
perusahaan, pemerikasaan internal, dan eksternal.
- Apakah kinerja TI diukur untuk mendektsi masalah sebelum terlambat?
- Apakah managemen meyakini bahwa pengendalian internal efektif dan efisien?
- Dapatkah kinerja TI berkorelasi dengan pencapaian tujuan bisnis?
- Apakah ada pengendalian atas kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan dalam sistem pengamanan informasi?
Proses-proses TI yang ada di dalam
domain ini adalah :
1. ME1
– Monitor the process. Tujuan dari proses ini adalah memastikan
diraihnya tujuan kinerja dari seluruh proses TI.
2. ME2
– Assess internal control adequacy. Tujuan dari proses ini adalah
memastikan pencapaian tujuan kontrol internal dari proses-proses TI yang ada.
3. ME3
– Obtain independent assurance. Tujuan dari proses ini adalah
meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diantara organsasi, pelanggan dan
provider pihak ke-3.
4. ME4
– Provide for independent audit. Tujuan dari proses ini adalah meningkat
level keyakinan dan mendapatkan keuntungan dari saran best practices.
Pedoman Management COBIT
Pedoman manajemen COBIT (COBIT Management guidelines) berisi pedoman dan arahan manajemen dalam hal pengontrolan dan pengukuran proses TI. Pedoman manajemen COBIT terdiri dari Model Maturity, Critical Success Factors (CSF), Key Goal Indicators (KPI), dan Key Performance Indicators (KPI).
Model Maturity
Model maturity merupakan alat bantu untuk memetakan status kematangan dari proses TI (dalam skala 0 – 5). Dengan menggunakan model maturity yang dikembangkan untuk setiap 34 proses TI COBIT maka managemen dapat mengidentifikasikan :
- Status organisasi saat ini – dimana posisi organisasi saat ini.
- Status terbaik industri saat ini (di kelasnya) – sebagai perbandingan.
- Status standar internasional saat ini – sebagai perbandingan tambahan.
- Strategi organisasi untuk perbaikan atau peningkatan – ke arah mana keinginan organisasi.
Dimana tingkat maturity
proses TI dibagi ke dalam 6 skala, mulai dari 0 – Non-Existent sampai
dengan 5-Optimized.
0 – Non-Existent.
Tidak ada proses yang dapat dikenali. Perusahaan tidak menyadari adanya isu
pengelolaan yang harus ditangani.
1 – Initial.
Terdapat bukti bahwa perusahaan telah mengetahui adanya isu-isu TI yang harus
ditangani. Tidak ada proses yang standar dan penaganan proses umumnya
menggunakan pendekatan ad hoc case by case basis. Secara keseluruhan pendekatan
yang digunakan dalam pengelolaan tidak terorganisir.
2 – Repeatable.
Proses dilengkapi dengan prosedur yang diikuti oleh individu-individu yang
memiliki kesamaan tugas. Tidak ada program pelatihan secara formal yang
bertujuan untuk mengkomunikasikan prosedur-prosedur dan tanggungjawab setiap
individu. Proses sangat bergantung pada keahlian individu.
3 – Defined. Proses
dilengkapi dengan prosedur yang terstandarisasi, terdokumentasikan, dan
dikomunikasikan melalui pelatihan secara formal. Walalupun demikian
penyimpangan terhadap ketaatan pada prosedur masih sulit untuk dideteksi.
Prosedur yang dibuat merupakan formalisasi dari kegiatan-kegiatan yang ada.
4 – Managed. Proses
pengawasan dan penilaian ketaatan pada prosedur sudah diterapkan dan terdapat
aktivitas untuk melakukan proses perbaikan ketika proses berjalan tidak
efektif. Best practice sudah diterapkan dan diikuti. Otomatisasi dan
peralatan yang digunakan masih terbatas.
5 – Optimised.
Proses telah disaring pada tingkat praktek terbaik berdasarkan pada hasil
perbaikan yang terus menerus dan pengukuran model maturity dengan pihak
lain. TI digunakan dalam cara yang terpadu untuk mengotomatisasi arus kerja,
sebagai alat bantu meningkatkan kualitas dan efektivitas dan membuat perusahaan
mudah untuk beradaptasi.
Contoh kasus dari Delivery and Support
AUDIT
SISTEM INFORMASI UNTUK MENILAI PROSES PENYAMPAIAN DAN DUKUNGAN (DELIVERY AND
SUPPORT) DALAM PELAYANAN INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT STUDI
KASUS : PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK. R & D CENTER
Sama
halnya seperti aset organisasi lainnya, sistem informasi (SI) membutuhkan
pengelolaan. Agar dapat dikelola maka SI harus dapat dikendalikan. Pengendalian
memberikan jaminan yang memadai pada pihak manajemen bahwa unit SI telah
berjalan sesuai dengan sasaran bisnis organisasi. Setiap proses SI yang akan
dikendalikan membutuhkan pengukuran. Ukuran ini mengindikasikan kinerja SI
dalam mencapai sasaran kendali dan memudahkan pihak manajemen untuk melakukan
perbaikan terhadap kinerja SI.
Audit
SI merupakan wujud dari pengendalian tersebut. COBIT (Control Objectives for
Information and Related Technology) merupakan salah satu standar audit SI yang
memadukan pandangan bisnis dan Teknologi Informasi (TI) dalam kerangka
kerjanya. Sebagai model untuk organisasi SI, maka COBIT memuat kendali yang
sifatnya generik.
Tesis
ini mengembangkan model audit yang dapat digunakan untuk menilai proses
penyampaian dan dukungan pelayanan informasi pada PT. Telekomunikasi Indonesia,
Tbk. R and D Center. Penilaian tersebut dilakukan melalui kendali dan indikator
kinerja yang merupakan hasil ekstraksi dari COBIT domain DS (delivery and
support), disesuaikan dengan kondisi sistem informasi PT. Telekomunikasi
Indonesia,Tbk R and D Center. Berdasarkan model tersebut, sebuah kuesioner akan
dibentuk untuk mengidentifikasi tingkat maturity PT. Telekomunikasi
Indonesia,Tbk R and D Center.
Model
IT Governance dan model audit ini dimaksudkan untuk membuat pemetaan proses
penyampaian dan dukungan terhadap tingkatan model maturity. Model maturity
adalah alat untuk mengukur seberapa baik proses-proses sistem informasi
berkembang. Dengan model maturity manajemen dapat mengukur posisi proses sistem
informasi yang sekarang dan menilai hal yang diperlukan untuk meningkatkannya.
Model maturity terdapat pada setiap proses sistem informasi. Alat yang
digunakan untuk memetakan posisi proses sistem informasi adalah dengan
menggunakan kuesioner. Kuesioner dibuat dengan menggunakan teknik pengukuran ordinal
dengan skala likert.
Berdasarkan
hasil pengelolaan interview dan kuesioner yang berkaitan dengan proses TI yang
mengacu standar COBIT, menunjukkan pencapaian tingkatan current maturity
perusahaan untuk DS1, DS3, DS5, DS7, DS11, dan DS12 mencapai tingkat 3
(defined) artinya bahwa perusahaan melaksanakan proses TI dalam mengelola
sistem informasi perusahaan mencapai tarap didokumentasikan dengan baik dan
dikomunikasikan kepada pemakai yang membutuhkan dan berhak atas informasi, DS2,
DS4, DS8, DS9, DS10, dan DS13 mencapai tingkat 2 (repeatable) artinya
perusahaan melaksanakan proses TI standar sistem informasi perusahaan digunakan
berulang pada aktivitas yang sama dan unit organisasi yang berbeda dengan
mengikuti pola yang teratur, sedangkan DS6 mencapai tingkat 4 (managed) artinya
bahwa sistem informasi perusahaan melaksanakan proses TI dalam mengelola sistem
informasi perusahaan mencapai pada pengukuran dan pemantauan terhadap kepatuhan
prosedur. Dari pencapaian tersebut diukur berdasarkan maturity, CSF, KPI, dan
KGI yang menunjukkan bahwa manajemen organisasi harus melakukan pengendalian
secara kondusif dan komperehensif pada setiap proses TI dan fungsi sistem
informasi perusahaan, karena dibutuhkan keseimbangan pengelolaan teknologi
informasi dan sistem informasi perusahaan yang berorientasi pada layanan
kebutuhan pemakai.
Selanjutnya untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan perusahaan berdasarkan audit dari COBIT dibuatlah daftar analisis SWOT (Strengths Weaknesses Opportunities Threats). Dari analisis SWOT dapat diketahui kekuatan perusahaan yaitu karyawan sudah terbiasa menggunakan infrastruktur komputer dan tersedianya fasilitas internet, intranet dan kelemahan perusahaan yaitu Manajer dan pengelola IT tidak melakukan pengelolaan bersama-sama dalam mengelola sumberdaya IT dan infrastruktur IT secara berkesinambungan.
- http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-sejarah-dan-komponen-cobit.html
- Gondodiyoto, Sanyoto. 2007. Audit Sistem Informasi. Jakarta: Mitra Wacana Media
- IT Governance Institute. 2007. COBIT ver. 4.1: Framework, Control Objective, Management Guidelines, Maturity Models. Rolling Meadow.
- Sucahyo, dkk. 2007. Audit Sistem Informasi dengan Kerangka Kerja COBITuntuk Evaluasi Manajemen TI di Universitas XYZ. Jurnal Sistem Informasi MTI-UI
- http://www.pendidikanmu.com/2015/05/apa-yang-anda-ketahui-tentang-cobit.html
- https://bambangsuhartono.wordpress.com/2016/05/22/tata-kelola-it-dengan-menggunakan-frame-work-cobit/
- http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-bambangdja-28998




Tidak ada komentar:
Posting Komentar